Pengertian Zakat

Pengertian Zakat



A. Pengertian Zakat

Seccara etimologi, kata zkat dalam bahasa arab mempunyai berbagai macam arti. Menurut asalnya zakat berarti an-namwu (Berkembang ), Az-ziyadah ( Bertambah ) Zaka az-zar’u 9tanaman itu berkembang dan bertambah ). Zakat juga mengandung arti ath-thaharah ( kesucian ) seperti dalam ayat ﻗﺩﺍﻓﻟﻊﻣﻦﺯﻜﺎﻫﺎ. Maksudnya mensucikan dari berbagai kotoran. Juga mengandung arti al-madh (pujian ), dan juga mengandung arti ash-shalah (kebaikan), seperti ﺭﺟﻞﺯﻜﻰ, Lelaki itu bertambah kebaikannya.


Zakat menurut istilah agama islam artinya “kadar harta yang tertentu, yang di berikan kepada yang berhak menerimanya, dengan beberapa syarat”. Hukumanaya zakat adalah salah satu rukun islam yang lima, fardu a’in atas tiap tiap orang yang cukup syaratnya, zakat mulai di wajibkan pada tahun ke dua hijriyah.

Sementara itu hubungan antara pengertian zakat menurut bahasa dengan pengertian menurut istilah seperti yang di uraikan di atas mempunyai hubungan yang sangat erat sekali, yaitu bahwa harta yang di keluarkan zakatnya akan menjadi berkah, tumbuh, berkembang, bertambah suci dan baik. Sebagaimana di nyatakan dalam surat (at-taubah ; 103 )

Firman allah SWT


“ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahu”.
Al ahadist .

ﺑﻦﺍﻷﺴﻼﻢ ﻋﻟﻰ ﺧﻤﺱ : ﺷﻬﺎﺪﺓﺍﺷﻬﺪﺃﻥﻻﺇﻟﻪﺇﻷﷲ ﻮﺃﺷﻬﺪﺃﻥﻣﺣﻣﺪﺮﺳﻮﻟﻪ ﻮﺇﻗﺎﺍﻟﺻﻼﺓﻮﺇﻳﺗﺎﺀﺍﻟﺯﻛﻮﺓﻮﺤﺞﺍﻟﺑﻳﺕﻮﺼﻮﻡﺭﻣﺿﺎﻦ

ﺍﻦﷲﻗﺪﺍﻓﺗﺮﺽﻋﻟﻳﻬﻡﺼﺪﻗﺔﻓﻰﺍﻣﻮﺍﻟﻬﻡﺗﻮﺧﺪﺍﻏﻧﻳﺎﺌﻬﻡﻓﺗﺮﺩﻓﻰﻓﻗﺭﺍﺌﻬﻡ

“ Sesungguh nya Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat yang di ambil dari harta orang orangyang kaya kemudian di berikan kepada orang orang ketika di tempat itu”.

Thabrani meriwaytkan dalam kitab al mu’jam al ausath dal al mu’jam ash shagir dari ali karramallah wajha bahwa nabi bersanda, “ Sesungguhnya, allh mewajibkan orang orang kaya muslim (megeuarkan ) dari harta mereka sebatas yang di perlukan untuk memenuhi kebutuhan orang orang miskin muslim. Orang orang miskin Karen perilaku orang orang kaya di sekitar mereka. Ketahuilah sesungguhnya, pada hari kiamat kelak allah akan membuat perhitungan yang sangat ketat dengan mereka. Kemudian menyiksa mereka dengan azab yang sangat pedih.

B. Dasar Hukum Kewajiban Zakat

Zakat merupakan salah satu dari rukun islam yang lima. Zakat di wajibkan berdasarkan dalil dalil dari A-qur’an, Sunnah Nabi, dan Ijma Ulama. Ayat-ayat la-qur’an tentang zakat di turunkan dalam dua periode yaitu periode Mekah dan periode madinah. Sedangkan menurut sejarah pemberlakuannya, zakat di wajibkan di madinah pada bulan bulan syawal tahun kedua hijriah. Tuntutan kewajiban terjadi setelah kewajiban puasa bulan ramadhan dan zakat fitrah. Tentang ke farduannya dapat di ketahui dari agama secara pasti (ma ‘ulima min ad-din bi adh-dharurah)



1. Dasar Hukum dari Al-Qur’an

Menurut yusuf Qardawi, zakat yang turun selama periode mekah terdapat delapan ayat, di antaranya terdapat dalam surat al-muzamil ayat 20 :

“unaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik”.

Surat al bayyinah ayat 5

“adalah mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”

Selebihnya tentang zakat diturunkan pada periode madinah. Ayat-ayat tentang zakat tersebut terdapat dalam berbagai surat antara lain terdapat dalam surat al baqarah ayat 43 :

“dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku”

Surat At-taubah ayat 60:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”

2. Dasar Hukum dari sunnah Nabi

Sunnah Nabi adalah sumber Kedua dari hokum islam setelah al-Qur’an. Salah satu fungsi sunnah adalah menjelaskan ayat-ayat yang bersifat umum maupun mutlak. Dalam al-Qur’an sebagaimana di jelaskan di atas, dalam menjelaskan zakat bersifat umum mutlak, tidak dijelaskan secara rinci ukuran dan tata caranya. Maka dalam masalah inbi sama seperti masalah salat, puasa dan ibadah ibadah lain Nabi Muhammad SAW yang memberi Penjelasan, membatasi dan menentukan tata cara pelaksanaanya.

ﺑﻦﺍﻷﺴﻼﻢ ﻋﻟﻰ ﺧﻤﺱ : ﺷﻬﺎﺪﺓﺍﺷﻬﺪﺃﻥﻻﺇﻟﻪﺇﻷﷲ ﻮﺃﺷﻬﺪﺃﻥﻣﺣﻣﺪﺮﺳﻮﻟﻪ ﻮﺇﻗﺎﺍﻟﺻﻼﺓﻮﺇﻳﺗﺎﺀﺍﻟﺯﻛﻮﺓﻮﺤﺞﺍﻟﺑﻳﺕﻮﺼﻮﻡﺭﻣﺿﺎﻦ
ﺍﻦﷲﻗﺪﺍﻓﺗﺮﺽﻋﻟﻳﻬﻡﺼﺪﻗﺔﻓﻰﺍﻣﻮﺍﻟﻬﻡﺗﻮﺧﺪﺍﻏﻧﻳﺎﺌﻬﻡﻓﺗﺮﺩﻓﻰﻓﻗﺭﺍﺌﻬﻡ

“ Sesungguh nya Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat yang di ambil dari harta orang orangyang kaya kemudian di berikan kepada orang orang ketika di tempat itu”.
3. Dasar Hukum Dari ijma Ulama

Sedangkan dari ijma ulama, mereka sepakat dari generasi kegenerasi hingga sekarang tentang wajibnya zakat. Bahkan para sahabat Nabi sepakat untuk memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat. Dengan demikian, seorang muslim yang mengikari kefarduannya berarti di anggap murtad.
C. Orang –orang yang wajib berzakat (muzakki)

Para fuqaha telah sepakat bahwa zakat hanya di wajibkan kepada orang muslim baligh, berakal, medeka, dan memiliki kekayaan dalam jumlah tertentu 9nishab) dan dengan syarat_syarat tertntu pula. Sementera para ulama berbeda pendapat terhadap harta yang dimiliki oleh anak kecil orang gila, apakah harta mereka terkena kewajiban zakat?.

Sedangkan golongan yang berpendapat bahwa harta anak kecil orang gila wajib dizakati antara lain adalah Atha’, jabir bin zaid, thawus, dan Zuhri dari kalangan tabi’in. kemudian generasi berikutnya adalah Rabi’ah, malik, syafi’I Ahmad, dan Ibnu Uyainah, Yang merupakan mazdhab dari Umar, iBnu umar, Ali Aisyah dan Jabir serta beberapa sahabat.

Namun dua pendapat ini dapat do kompromikan, yaitu harta anak kecil atau harta orang gila tersebut tidak di kembangkan, hanya di pegang di tangan orang yang di wasiatkan untuk memegangnya, maka sebaiknya pendapat yang di ambil adalah pendapat abu hanifah dan pengikutnya. Dengan maksud supaya harta tersebut tidak semakin berkurang dengan sebab membayar zakat setiap tahunnya.

D. Macam Macam Zakat
Secara garis besar para ulama sepakat bahwa zakat terdiri atas dua macam yaitu:
1. Zakat Mal ( Harta Benda ) Yaitu zakat yang di keluarkan dari harta benda tertentu misalanya emas, perak, binatang, tumbuhan (biji-bijian), dan harta perniagaan.
2. Zakat Nafs (zakat Jiwa ) atau di sebut juga zakat fitrah yang merupakan seorang muslim (lelaki, perempuan, anak-anak atau dewas) yang di keluarkan setelah puasa bulan ramadhan.

No comments:

Post a Comment

Copyright © 2013 Kumpulan Tugas Makalah | Partner Pathmo Media And Oto News